Long Journey To Jordan (Week 5)
28 April 2008
Tidak ada satu orang dari kamar kami yang menyadari bahwa waktu telah menunjukan pukul 9 pagi. Jika tidak ada teman dari kamar sebelah yang membangunkan, kami sekamar pun belum tentu bangun pada jam 9. Seluruh anggota kamar 105 pun panic tiada henti.
Ketika turun ke lobby hotel, jam sudah menunjukan pukul 09.08. Mr. Andi dengan tampang sangarnya langsung memberikan perintah yang cukup pelan tapi pasti. “Ayo turun! Push-up 80 kali! Kalian sudah terlambat 8 MENIT!”.
Dengan tampang beler dan disusul dengan hentakan yang cukup ‘pelan’, kami bersegera untuk melakukan hal yang mungkin kurang kami gemari. Inilah hari untuk berlatih otot tangan sebelum berangkat ke sekolah.
End..
29 April 2008
Hari ini suhu langsung menurun kira-kira sampai 16 derajat celcius. Tubuh langsung merespon karena tidak enak karena suhu yang langsung menurun derastis dari yang awalnya panas langsung dingin.
End..
30 April 2008
Surprise untuk hari ini karena ketika ingin pergi sekola, tiba-tiba sang guru yang bernama Mr. Andi langsung memanggil “Alan mana? Suruh kesini”. Begitulah katanya.
Alan : Ada apa pak?
Mr. Andi : udah, sekarang kamu ambil kamera trus bawa kebawah, trus ntar selanjutnya kamu ikut Bu Ii.
Ternyata saya disuruh ikut dengan rombongan penari saman untuk pentas di festival sekolah international di Amman. Hanya seorang prialah saya disana. Disana saya menjadi penyamun di sarang perawan, kata Bu Ii.
Intinya hari ini saya tidak sekolah dan dikontrak menjadi documenter di acara festival tersebut.
Di acara festival, kami menjadi tamu istimewa yang datangnya paling jauh. Kami mementaskan dua kesenian dari bangsa Indonesia. Tari saman dan tari dari betawi. Tari betawi tidak dibawakan oleh murid IIBS, tapi dibawakan oleh anak-anak kecil dari Indonesia yang langsung dipanggil oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia. Di acara festival tersebut, kostum dari Indonesialah yang paling terang.
Festival tersebut didatangi oleh berbagai pengunjung dari berbagai Negara. Ada yang dari Syiria, Maroko, dan sebagainya. Tetapi ada juga kebudayaan dari Negara barat, tetapi yang memerankan orang Jordan itu sendiri.
End..
1 May 2008
Mantapnya hari ini karena pagi-pagi sudah diberangkatkan ke sebuah sekolah untuk berolahraga. Di suatu sekolah di Amman yang saya kurang tahu dengan nama sekolahnya, disana terdapat bermacam-macam fasilitas olahraga seperti kolam renang, lapangan futsal, lapangan basket.
Hanya kjolam renanglah fasilitas yang gratis untuk dipakai murid IIBS, sisanya bayar sendiri-sendiri jika ingin memakai lapangan futsal atau basket.
Setelah berolahraga, malamnya kami disajikan oleh pihak mesjid makan-makanan yang enak, lezat, dan tentunya banyak untuk makan malam bersama. Acara ini selesai pada pukul 10.30 PM.
Bedanya orang timur tengah dengan orang Indonesia, kalau orang timur tengah, mereka menawarkan kembali makan-makanan yang masih sisa kepada tamunya. Tetapi, kalau irang Indonesia, mereka tidak menawarkan lagi makanan-makanan yang masih sisa.
Jika tidak makan ketika sedang ada acara makan-makan, itu adalah penghinaan bagi orang arab itu sendiri. Jadi, jika ada acara makan-makan. Kita wajib memakan makanan itu walaupun sedikit.
End..
2 May 2008
Kadar garam yang paling banyak di dunia ini adalah Dead Sea. Sebenarnya, Dead Sea bukanlah laut, tetapi seperti danau yang paling luas meter perseginya di dunia ini. Soalnya, Dead Sea tidak tersambung dengan laut-laut manapun. Hari ini kita akan pergi ke ‘laut’ yang kadar garamnya paling tinggi itu.
Kami berangkat pada pukul 10 pagi menuju ke makam sahabat terkebih dahulu sebelum pergi ke Dead Sea. Mamakan waktu sekitar dua jam untuk pergi ke makam sahabat tersebut.
Dari makam sahabat, yang tepatnya setelah solat Jum’at, kami langsung berangkat ke Dead Sea dan memakan waktu sekitar dua jam perjalanan. Jalan yang rusak kami lewati untuk mengunjungi Dead Sea.
Akhirnya, kita sampai juga di Dead Sea pada pukul 5 sore. Karena Dead Sea adalah ‘laut’ yang membatasi Negara Jordan dan Israel, tidak disangka-sangka, untuk memasuki Dead Sea, kami harus melewati check point untuk diperiksa. Di check point tersebut, banyak tentara-tentara yang memeriksa mobil-mobil karena untuk mengantisipasi terorisme yang ingin menyelusup ke Negara lain lewat perantara Dead Sea.
Air garam paling pekat pun akhirnya terasa di kulit kami yang kering. Kulit yang luka pun akhirnya terobati oleh air garam yang luar biasa perihnya. Kami pun penasaran dan ingin mencoba berenang di air yang penuh dengan garam. Apakah kami bisa mengambang? Itulah pertanyaan kami. Setelah berenang di tepi dan sedikit ke tengah, kami pun merasakan keajaiban itu juga. Kami mengambang.
Setelah bermain di Dead Sea, ketika ingin pergi pulang, kami melihat sebuah perosotan besar, dan kami menaikinya. Dengan bangga saya berbicara,”kapan lagi main perosotan besar di Dead Sea?haha..”.
Tidak terasa, waktu telah menunjukan pukul 19.00 dan kami pun harus bersegera untuk pergi pulang. Rasa lelah menempel di tubuh kami yang sudah terendam air garam pekat. Inilah hari paling lelah yang pernah kami rasakan dalam tour ini.
End..
3 May 2008
Seperti biasa, setiap minggu ada test bahasa arab yang luar biasa mendadak. Karena lelah sehabis dari Dead Sea, kami tidak sempat belajar. Akibatnya, ketika ditanya kami pun tidak bisa menjawab.
Jam pelajaran kedua, salah satu teman kami bernama Hussein, dia berusaha menarik perhatian guru tentang Negara.
Hussein : Have you visit to Israel?
Guru : No, no, I don’t want to visit there.
Hussein : why?
Guru : because I don’t want.
Hussein : have you visit to Indonesia?
Guru : no, I don’t have to visit to Indonesia.
Setalah itu, Hussein pun menjelaskan Negara Indonesia dengan bermacam-macam budaya. Hussein berkata,”Indonesia is …. Blablabla..”. hamper setengah jam dia menerangkan tentang Indonesia. Jam kedua hari ini, diisi dengan mendeskripsikan Bangsa Indonesia yang indah.
End..
4 May 2008
Siang lebih lama hari ini daripada hari kemarin. Siang bisa mencapai tiga belas setengah jam.
End..







mana fotonya?
Ayo Lan, tulis lanjutannya !